Teori Psikoanalistis Freud dan Erikson

Teori Psikoanalistis Freud dan Erikson

Banyak sekali para ahli yang menyampaikan tentang perkembangan peserta didik. Beberapa teori yang dirangkum adalah teori psikolanalisis oleh Freud dan Erikson, learning teori, Humanistic theory, teori kognitif, teori ekologi Urie Bronfenbrenner dan masih banyak lagi.

Disklaimer: Rangkuman Teori Perkembangan Peserta Didik adalah mengenai rangkuman saja apabila ada kekurangan silakan untuk mencari sendiri mengenai penjabaran yang ada pada teori-teori tersebut. Namun, tidak menutup kemungkinan pada artikel ini akan dikembangkan berbagai referensi yang ditemukan. Baik dari jurnal ilmiah maupun modul pembelajaran dari perguruan tinggi yang ada.

Teori Psikoanalistis Freud dan Erikson

Teori psikoanalitis dari Freud menekankan pentingnya pengalaman masa kanak-kanak awal dan motivasi di bawah sadar dalam mempengaruhi perilaku. Freud berpikir bahwa dorongan seks dan insting dan dorongan agresif adalah penentu utama dari perilaku, atau bahwa orang bekerja
menurut prinsip kesenangan.

Freud mengatakan bahwa struktur dasar dari kepribadian terdiri dari id, ego,dan superego, dan bahwa ego berusaha memperkecil konflik di dalam diri dengan menjaga keseimbangan dorongan instink (id) dan larangan sosial (superego). Menurut Freud, salah satu cara orang mengurangi kegelisahan dan konflik adalah dengan menggunakan mekanisme pertahanan (defense mechanism): represi, regresi, sublimasi, penggantian, formasi reaksi, penolakan, dan rasionalisasi.

Menurut teori psikoseksual Freud, pusat dari kepekaan sensual bergeser dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain ketika perkembangan berlangsung melalui serangkaian tahap berikut:

  1. oral (hingga usia 1 tahun);
  2. anal (usia 2-3 tahun); phalik (4-5 tahun);
  3. laten (6 – pubertas/remaja); dan
  4. genital (remaja dan seterusnya).

Teori psikoanalisis Freud adalah teori yang berpengaruh. Perhatiannya pada motivasi di bawah sadar dan mekanisme pertahanan, serta pengaruh lingkungan, dan metode treatment-nya telah memberikan sumbangan nyata bagi teori dan praktek psikologi. Beberapa orang merasa teori pekembangan psikoseksual Freud memiliki lingkup terbatas, dengan terlalu menekankan pada motivasi seks dan instink agresif atau penyerangan sebagai basis dari perilaku.

Erikson berpikir bahwa Freud memberikan terlalu banyak perhatian pada basis seksual untuk perilaku dan bahwa pandangannya tentang sifat dasar manusia terlalu sinis. Erikson membagi perkembangan manusia menjadi 8 tahap. Ia mengatakan bahwa individu memiliki tugas psikososial yang perlu dikuasai selama tiap tahap.

Delapan tahap itu, menurut Erikson, adalah

  1. kepercayaan >< ketidakpercayaan;
  2. otonomi >< rasa malu dan keraguan;
  3. inisiatif >< kesalahan;
  4. industri >< inferioritas;
  5. identitas >< kebingunan peran :
  6. kekarib,an >< isolasi;
  7. generativitas >< stagnasi (dewasa menengah: 40an&50an); dan
  8. integritas >< keputusasaan

Teori Erikson jauh lebih luas daripada teori Freud dan mencakup keseluruhan masa hidup, dengan perhatian pada variasi yang lebih luas dari faktor-faktor motivasi dan lingkungan.

Perbedaan Teori Freud dan Erikson

Secara garis besar teori Freud dan Erikson memiliki perbedaan, diantaranya sebagai berikut:

Pada teori Freud.

  1. Psikoseksual, semua organn dalam tubuh harus terpenuhi
  2. Ego, pada tahap ini ego sebagai penyeimbang dan bersifat pasif
  3. Tahap perkembangan mulai dari oral sampai dengan genital (kematangan organ-organ seksual)

Teori Erikson

  1. Psikososial, berhubungan dengan lingkungan
  2. Ego kreatif, memeahkan masalah, berpikir kreatif, semua tahap berfungsi dengan baik
  3. Ada 8 tahap perkembangan. Tahap perkembangan seumur hidup dan mendapat dari pengaruh dari lingkungan.